PERATURAN KHUSUS PINJAMAN

Koperasi Simpan Pinjam “Kopdit Borromeus” melayani pinjaman kepada anggota untuk membantu meningkatkan kesejahteraan, yang meliputi:

  1. Pinjaman Berjangka

Pengertian

Pinjaman Berjangka adalah pinjaman yang diberikan kepada anggota dengan memperhitungkan jumlah simpanan (Simpanan Pokok + Simpanan Wajib  + Simpanan Sukarela).

  1. Prosedur Pengajuan Pinjaman Berjangka
  • Anggota wajib mengisi formulir Permohonan Pinjaman Berjangka yang telah disediakan oleh KSP “Kopdit Borromeus”.
  • Formulir harus diisi dengan jujur dan sesuai dengan kenyataan yang ada dengan melampirkan slip gaji terbaru dan fotokopi KTP yang masih berlaku.
  • Formulir diserahkan kepada Manajer atau Bidang Pelayanan Kredit.
  • Peminjam harus berkonsultasi dengan Bidang Pelayanan Kredit atau Manajer.
  1. Ketentuan Pinjaman Berjangka
  • Anggota Biasa boleh mengajukan pinjaman berjangka setelah 6 (enam) bulan menjadi anggota dan telah memenuhi uang pangkal, simpanan pokok serta telah mengikuti Pendidikan Dasar KSP “Kopdit Borromeus”.
  • Pinjaman Berjangka akan diproses jika:
    1. Peminjam tidak memiliki saldo Pinjaman Berjangka, utang bunga dan denda.
    2. Bila peminjam memiliki saldo Pinjaman Berjangka, diharuskan melunasi seluruh sisa Pinjaman Berjangka, utang bunga dan denda tersebut 1 (satu) bulan sebelum pengajuan.
    3. Anggota Biasa memiliki Take Home Pay minimal sebesar 40% setelah dipotong angsuran Pinjaman.
    4. Anggota Luar Biasa harus memiliki rekening non saham.
  • Besarnya Pinjaman Berjangka adalah:

Sebesar 3 (tiga) kali saham dan maksimal Rp40.000.000,- (empat puluh juta rupiah) bagi Anggota Biasa dan Pensiunan UOP PPSB dan YPKB Bandung.

Sebesar 1,5 (satu setengah) kali saham dan maksimal 000.000,- (empat puluh juta rupiah) bagi Anggota Luar Biasa.

  • Pinjaman Berjangka dikenakan bunga per bulan sebesar 1,5% menurun dari saldo pinjaman, pengurus dapat melakukan penyesuaian terhadap besaran bunga pinjaman sesuai dengan kaidah ekonomi.
  • Pinjaman Berjangka dikenakan provisi sebesar 1,5% (alokasi 1% untuk pendapatan provisi dan 0,5% untuk dana risiko) dan simpanan kapitalisasi 1% dari jumlah pokok pinjaman dan masuk ke dalam Simpanan Sukarela.
  • Peminjam wajib menandatangani surat perjanjian pinjaman.
  • Angsuran dilakukan:
    1. Angsuran 1 (pertama) dibayar langsung sendiri secara cash/ tunai.
    2. Angsuran selanjutnya dapat dilakukan melalui potong gaji atau secara cash/ tunai.
  • Setiap kali mengangsur pinjaman akan diberi balas jasa pinjaman (cash back) yang besarnya dihitung dari kontribusi bunga yang dibayarkan setiap anggota yang dibagikan pada saat pembagian deviden.
  • Bagi anggota yang 2 (dua) bulan berturut-turut tidak mengangsur, maka angsuran selanjutnya akan dipotong gaji.
  • Apabila total pengajuan Pinjaman Berjangka melebihi dari alokasi dana yang direncanakan maka Bidang Pelayanan Kredit dan Manajemen berhak lebih mengutamakan antrian dan prioritas.
  • Besar dan jangka waktu pinjaman:
No.
JUMLAH PINJAMAN
JK. WAKTU MAX. ANGS
1
   Rp    0,-                    s/d   Rp   5.000.000,-
12 Bulan
2
> Rp   5.000.000,-        s/d   Rp  10.000.000,-
18 Bulan
3
> Rp  10.000.000,-       s/d   Rp  15.000.000,-
36 Bulan
4
> Rp  15.000.000,-       s/d   Rp  25.000.000,-
48 Bulan
5
> Rp  25.000.000,-       s/d   Rp  40.000.000,-
60 Bulan
 
 
 
  • Penentuan besarnya pinjaman diputuskan melalui prosedur analisa kredit.
  • Bea materai dibebankan kepada peminjam.
  • Pencairan dapat dilakukan melalui transfer dengan biaya transfer ditanggung
  • Anggota yang sudah terealisasi Pinjaman Berjangka, diwajibkan untuk menabung dalam bentuk Simpanan Dana Darurat dengan besaran minimal Rp20.000 (dua puluh ribu rupiah) untuk setiap angsuran berdasarkan kesepakatan dengan Panitia Kredit.
  • Pinjaman Berjangka mendapat Dana Perlindungan Bersama (Daperma) dari KSP “Kopdit Borromeus” apabila anggota yang bersangkutan meninggal dunia.
  • Di luar ketentuan di atas dapat dilakukan berdasarkan keputusan Rapat Pengurus.
  1. Pinjaman Khusus

Pengertian

Pinjaman Khusus adalah pinjaman yang diberikan kepada Anggota diutamakan untuk keperluan yang sifatnya produktif.

Prosedur Pengajuan Pinjaman Khusus

  • Anggota wajib mengisi formulir Permohonan Pinjaman Khusus yang telah disediakan oleh KSP “Kopdit Borromeus”.
  • Formulir harus diisi dengan jujur dan sesuai dengan kenyataan yang ada dengan melampirkan slip gaji terbaru dan fotokopi KTP/ identitas yang masih berlaku.
  • Formulir diserahkan kepada Bidang Pelayanan Kredit atau Manajer.
  • Peminjam harus berkonsultasi dengan Bidang Pelayanan Kredit atau Manajer.
  1. Ketentuan Pinjaman Khusus
    • Anggota boleh mengajukan pinjaman khusus setelah 6 (enam) bulan menjadi anggota dan telah memenuhi uang pangkal, simpanan pokok serta telah mengikuti Pendidikan Dasar KSP “Kopdit Borromeus”.
    • Pinjaman Khusus akan diproses jika:

      2. Peminjam tidak memiliki saldo Pinjaman Khusus, utang bunga dan denda.

  1. Peminjam yang memiliki saldo Pinjaman Khusus, dapat mengajukan fasilitas Top Up dengan diharuskan melunasi seluruh sisa Pinjaman Khusus, utang bunga dan denda.
  2. Top up dapat dilakukan setelah saldo Pinjaman Khusus 50% dari total pinjaman khusus, tanpa melebihi nilai jaminan (untuk pinjaman yang menggunakan jaminan).
  3. Anggota Biasa memiliki Take Home Pay minimal sebesar 40% setelah dipotong angsuran Pinjaman.
  • Pinjaman Khusus dikenakan bunga sebesar 1,25% flat dari Pokok Pinjaman, pengurus dapat melakukan penyesuaian terhadap besaran bunga pinjaman sesuai dengan kaidah ekonomi.
  • Penentuan besaran pinjaman dan jangka waktu angsuran diputuskan melalui prosedur analisa kredit. Jangka waktu pinjaman khusus maksimal 60 (enam puluh) bulan.
  • Untuk Pinjaman Khusus diatas nominal tertentu yang diputuskan oleh rapat Pengurus dikenakan bunga berdasarkan hasil keputusan rapat Pengurus.
  • Provisi sebesar 1,5% dan simpanan kapitalisasi 1% dari jumlah pokok pinjaman dan masuk ke dalam Simpanan Sukarela.
  • Peminjam wajib menandatangani surat perjanjian pinjaman.
  • Angsuran wajib dilakukan melalui potong gaji.
  • Apabila total Pinjaman Khusus melebihi dari alokasi dana yang direncanakan, maka Bidang Pelayanan Kredit dan Manajemen berhak mengutamakan antrian dan prioritas.
  • Anggota yang mengajukan Pinjaman Khusus, jika diperlukan dapat  memberikan jaminan berupa surat–surat berharga dengan kuasa untuk menjual seperti yang tercantum di Akta Pengakuan Hutang apabila terjadi wanprestasi/
  • Biaya materai dibebankan kepada
  • Pencairan dapat dilakukan melalui transfer dengan biaya transfer ditanggung
  • Anggota yang sudah terealisasi pinjaman khusus, diwajibkan untuk menabung dalam bentuk Simpanan Dana Darurat dengan besaran minimal Rp20.000 (dua puluh ribu rupiah) untuk setiap angsuran berdasarkan kesepakatan dengan Panitia Kredit.
  • Di luar ketentuan di atas dapat dilakukan berdasarkan keputusan Rapat Pengurus.
  1. Pinjaman Darurat

Pengertian

Pinjaman Darurat adalah pinjaman yang diberikan kepada anggota yang secara mendadak didesak oleh kebutuhan yang tidak dapat ditunda atau direncanakan terlebih dahulu.

  1. Prosedur Pengajuan Pinjaman Darurat
  • Anggota wajib mengisi formulir Permohonan Pinjaman Darurat yang telah disediakan oleh KSP “Kopdit Borromeus”.
  • Formulir harus diisi dengan jujur dan sesuai dengan kenyataan yang ada dengan melampirkan fotokopi KTP yang masih berlaku.
  • Formulir diserahkan kepada Bidang Pelayanan Kredit atau Manajer yang wewenangnya didelegasikan kepada Petugas Teller.

2. Ketentuan Pinjaman Darurat

  • Anggota Biasa boleh mengajukan Pinjaman Darurat setelah 6 (enam) bulan menjadi anggota dan telah memenuhi uang pangkal, simpanan pokok serta telah mengikuti Pendidikan Dasar KSP “Kopdit Borromeus”.
  • Pinjaman Darurat akan diproses jika:
  1. Peminjam tidak memiliki saldo Pinjaman Darurat, utang bunga dan denda.
  2. Bila peminjam memiliki saldo Pinjaman Darurat, diharuskan melunasi seluruh sisa Pinjaman Darurat, utang bunga dan denda tersebut 1 (satu) bulan sebelum pengajuan.
  • Pinjaman Darurat dikenakan bunga sebesar 1,5% dari pinjaman yang dicairkan/ diterima.
  • Pinjaman Darurat harus dikembalikan paling lama selama 1 (satu) bulan terhitung sejak tanggal penandatanganan transaksi Pinjaman D
  • Pengembalian pinjaman dilakukan secara tunai.
  • Bagi anggota yang tidak mengembalikan pinjaman dalam waktu 1 (satu) bulan akan dipotong gaji.
  • Besarnya Pinjaman Darurat adalah:
    • Untuk Anggota Biasa dan Pensiunan UOP PPSB maksimal sebesar Rp3000,- (tiga ratus ribu rupiah)
    • Untuk Anggota Luar Biasa maksimal sebesar Rp20000,- (dua ratus ribu rupiah)
    • Pengajuan pinjaman darurat hanya dapat dilakukan 1 (satu) kali dalam sebulan.
  1. Pinjaman Barang Jangka Pendek

Pengertian

Pinjaman Barang Jangka Pendek adalah pinjaman yang diberikan kepada Anggota Biasa untuk pembelian barang.

  1. Prosedur Pengajuan Pinjaman Barang Jangka Pendek
  • Anggota wajib mengisi formulir Permohonan Pinjaman Barang Jangka Pendek yang telah disediakan oleh KSP “Kopdit Borromeus”.
  • Formulir harus diisi dengan jujur dan sesuai dengan kenyataan yang ada dengan melampirkan slip gaji terbaru dan fotokopi KTP yang masih berlaku.
  • Formulir diserahkan kepada Bidang Pelayaan Kredit atau Manajer.
  • Peminjam harus berkonsultasi dengan Manajer atau Bidang Pelayanan Kredit.

      2. Ketentuan Pinjaman Barang Jangka Pendek

  • Anggota Biasa boleh mengajukan pinjaman barang jangka pendek setelah 6 (enam) bulan menjadi anggota dan telah memenuhi uang pangkal, simpanan pokok serta telah mengikuti Pendidikan Dasar KSP “Kopdit Borromeus”.
  • Pinjaman Barang Jangka Pendek akan diproses jika:
    1. Peminjam tidak memiliki saldo Pinjaman Barang Jangka Pendek, utang bunga dan denda.
    2. Bila peminjam memiliki saldo Pinjaman Barang Jangka Pendek, diharuskan melunasi seluruh sisa Pinjaman Barang Jangka Pendek, utang bunga dan denda tersebut 1 (satu) bulan sebelum pengajuan.
    3. Peminjam mempunyai rekening pada salah satu simpanan non saham: SIBULAN, SISUKA, SIMAPEN.
  • Pinjaman Barang Jangka Pendek dikenakan bunga sebesar 1,3% flat, provisi 1,5% dari pinjaman yang dicairkan/ diterima.
  • Maksimal besarnya Pinjaman Barang Jangka Pendek adalah Rp.5.000.000,- (lima juta rupiah). Angsuran dilakukan melalui pemotongan gaji.
  • Apabila total Pinjaman Barang Jangka Pendek melebihi dari alokasi dana yang direncanakan maka Bidang Pelayanan Kredit dan Manajemen berhak lebih mengutamakan antrian dan prioritas.
  • Jangka waktu Pinjaman Barang Jangka Pendek maksimal 1 (satu) tahun.
  • Biaya materai dibebankan kepada Peminjam
  • Di luar ketentuan di atas dapat dilakukan berdasarkan keputusan Rapat Pengurus.
  1. Pinjaman Kendaraan

Pengertian

Pinjaman Kendaraan adalah pinjaman yang diberikan kepada anggota untuk membeli kendaraan melalui pihak ketiga yang bekerja sama dengan KSP “Kopdit Borromeus” maupun pihak perorangan.

  1. Prosedur Pengajuan Pinjaman Kendaraan
  • Anggota wajib mengisi formulir Permohonan Pinjaman Pembelian Kendaraan yang telah disediakan oleh KSP “Kopdit Borromeus”.
  • Formulir harus diisi dengan jujur dan sesuai dengan kenyataan yang ada dengan melampirkan slip gaji terbaru dan fotokopi KTP yang masih berlaku.
  • Formulir diserahkan kepada Bidang Pelayanan Kredit atau Manajer.
  • Peminjam harus berkonsultasi dengan Bidang Pelayanan Kredit atau Manajer.

      2. Ketentuan Pinjaman Pembelian Kendaraan:

  • Anggota Biasa boleh mengajukan Pinjaman Pembelian Kendaraan setelah 6 (enam) bulan menjadi anggota dan telah memenuhi uang pangkal, simpanan pokok serta telah mengikuti Pendidikan Dasar KSP “Kopdit Borromeus”.
  • Pinjaman Pembelian Kendaraan akan diproses jika:
    1. Peminjam tidak memiliki saldo Pinjaman Pembelian Kendaraan, utang bunga dan denda.
    2. Besaran pinjaman Kendaraan roda dua maksimal Rp50.000.000,- (lima puluh juta rupiah), jangka waktu pinjaman maksimal 3 (tiga)
    3. Besaran pinjaman Kendaraan roda empat maksimal Rp000.000,- (dua ratus juta rupiah). Jangka waktu pinjaman maksimal 5 (lima) tahun dan akan dilakukan pengikatan (Fidusia).
  • Suku bunga pinjaman pembelian kendaraan ditentukan oleh aturan tersendiri.
  • Angsuran dilakukan melalui pemotongan gaji.
  • Apabila total Pinjaman Pembelian Kendaraan melebihi dari alokasi dana yang direncanakan maka Bidang Pelayanan Kredit dan Manajemen berhak lebih mengutamakan antrian dan prioritas.
  • Besar dan jangka waktu pinjaman mengacu pada daftar harga kendaraan dan angsuran yang disediakan oleh pihak ke tiga yang bekerja sama dengan KSP ”Kopdit Borromeus”.
  • Peminjam wajib mengikuti program asuransi selama masa angsuran.
  • Biaya materai dibebankan kepada Peminjam
  • Di luar ketentuan di atas dapat dilakukan berdasarkan keputusan Rapat Pengurus.
  1. Pinjaman Perumahan

Pengertian

Adalah pinjaman yang diberlakukan bagi anggota dengan tujuan untuk pembiayaan pembelian rumah, renovasi, take over dan pembangunan rumah baru dengan jaminan sertifikat rumah tersebut.

  1. Prosedur Pengajuan Pinjaman Perumahan
    • Anggota wajib mengisi formulir Permohonan Pinjaman Perumahan sesuai ketentuan yang berlaku dan telah ditetapkan oleh KSP “Kopdit Borromeus”.
    • Formulir harus diisi dengan jujur dan sesuai dengan kenyataan yang ada dengan melampirkan fotokopi sertifikat tanah, IMB, PBB, slip gaji terbaru dan fotokopi KTP yang masih berlaku.
    • Formulir diserahkan kepada Bidang Pelayanan Kredit atau Manajer.
    • Peminjam harus berkonsultasi dengan Bidang Pelayanan Kredit atau Manajer.
    • Persetujuan pinjaman perumahan didasarkan pada hasil survey, appraisal dan analisa kredit.

       2. Ketentuan Pinjaman Perumahan

  • Anggota Biasa berhak mengajukan pinjaman Perumahan setelah 5 (lima) tahun menjadi anggota *).
  • Perjanjian kredit dilakukan di hadapan
  • Diutamakan untuk anggota yang belum memiliki rumah.
  • Tidak memiliki masalah terkait pinjaman.
  • Kemampuan cicilan minimal 40% dari total joint income *).
  • Pembayaran dilakukan melalui potong gaji.
  • Jangka waktu cicilan maksimal 15 (lima belas) tahun.
  • Uang Muka minimal 10% dari harga beli *).
  • Pinjaman maksimal Rp300.000.000,- (tiga ratus juta rupiah).
  • Bunga pinjaman perumahan 13% pa (fix rate 5 tahun).
  • Floating rate tahun 2020 sebesar 13% *).
  • Pinjaman Perumahan tidak mendapatkan perlindungan dari DAPERMA. Anggota dapat melakukan perlindungan terhadap Pinjaman Perumahan dengan mengasuransikan pinjaman tersebut sesuai dengan kesepakatan.
  • Ketentuan lainnya diatur dalam perjanjian kredit yang dilakukan di hadapan notaris.

*) Apabila dalam pelaksanaannya diluar ketentuan dapat dikaji dan diputuskan melalui rapat pengurus.

Besar dan jangka waktu pinjaman:

No.
JENIS PEMANFAATAN
PLAFON MAKSIMAL
JK. WAKTU PINJAMAN
1
Pembelian rumah baru
300 juta
180 kali / 15 tahun Maksimal
2
Renovasi & Pembangunan rumah
200 juta
120 kali / 10 tahun Maksimal
3
Take Over
Sesuai dengan sisa pinjaman, maksimal 200 juta
120 kali / 10 tahun Maksimal
  1. Pinjaman Investasi

Pengertian

Pinjaman Investasi adalah fasilitas pinjaman produktif untuk wirausaha. Pencairannya dilakukan sekaligus/ bertahap sesuai dengan kesepakatan.

  1. Prosedur Pengajuan Pinjaman Investasi
    • Anggota wajib mengisi formulir Permohonan Pinjaman Investasi sesuai ketentuan yang berlaku dan telah ditetapkan oleh KSP “Kopdit Borromeus”.
    • Formulir harus diisi dengan jujur dan sesuai dengan kenyataan yang ada
    • Formulir diserahkan kepada Tim Pinjaman Investasi.
    • Peminjam harus berkonsultasi dengan Tim Pinjaman Investasi.

2. Ketentuan Pinjaman Investasi

    • Anggota wajib mempunyai rekening non saham aktif di koperasi.
    • Anggota menandatangani perjanjian kredit atau pengakuan hutang dan surat lainnya.
    • Barang-barang jaminan wajib dibuatkan Fidusia dan atau akta pengakuan hutang, pengikatan (APHT) dan kuasa jual oleh notaris.
    • Anggota menanggung segala biaya yang timbul sehubungan dengan perolehan fasilitas pinjaman.
    • Persyaratan Dokumen Umum, Dokumen Perorangan, Kelompok
  • Fotokopi KTP Pemohon; Suami/ Istri yang masih berlaku.
  • Fotokopi Kartu Keluarga.
  • Fotokopi Akta Nikah/ Akta Cerai/ Akta Pisah Harta.
  • Fotokopi NPWP.
  • Fotokopi SIUP/ TDP/ NIB.
  • Fotokopi KTP Seluruh Pengurus anggota kelompok.
  • Fotokopi Akta Pendirian dan Akta Perubahan Lengkap *)
  • Fotokopi Surat Pengesahan pendirian usaha dari Departemen Kehakiman RI *)
  • Fotokopi Rekening Koran/ Tabungan koperasi 3 (tiga) bulan terakhir.
  • Laporan Keuangan Usaha 3 (tiga) tahun terakhir *)
  • Fotokopi Dokumen Jaminan (Sertifikat, AJB, IMB dan PBB).
  • Company Profile.
  • Mempunyai Feasibility Study (FS).
  • Maksimum jangka waktu kredit 3 (tiga) tahun dan masa tenggang waktu (Grace Periode) maksimal 3 bulan. *)
  • Bunga dan provisi Pinjaman Investasi ditentukan berdasarkan hasil kesepakatan Tim Pinjaman Investasi dengan peminjam (bunga 2-4%/bulan).
  • Agunan utama adalah usaha yang dibiayai. Anggota menyerahkan agunan tambahan jika menurut penilaian koperasi diperlukan.
  • Maksimum pembiayaan koperasi 70% dan Self Financing (SF) 30%.
  • Apabila pinjaman akan diajukan oleh kelompok, maka wajib menyertakan berita acara pembentukan kelompok.

Prosedur Pinjaman Investasi selengkapnya diatur dalam Panduan Pinjaman Investasi.

*) Apabila dalam pelaksanaannya diluar ketentuan dapat dikaji dan diputuskan melalui rapat pengurus.

  1. Denda Pinjaman dan Penalti

1. Pinjaman Berjangka

    • Angsuran yang dilakukan setelah jatuh tempo dikenakan denda 1% dari saldo pinjaman dibagi 30, dikali jumlah hari keterlambatan.
    • Pembayaran denda seperti dimaksud pada butir (1) tersebut di atas wajib dilakukan pada saat mengangsur.

2. Pinjaman Khusus

    • Angsuran yang dilakukan setelah jatuh tempo dikenakan denda 1% dari saldo pinjaman dibagi 30, dikali jumlah hari keterlambatan.
    • Apabila angsuran melebihi angsuran yang seharusnya, akan dikenakan penalti sebesar 1% dari kelebihan angsurannya.

3. Pinjaman Darurat

Apabila Peminjam tidak melunasi Pinjaman Darurat dalam waktu 1 (satu) bulan dikenakan denda sebesar 2% dari pinjaman dibagi 30, dikali jumlah hari keterlambatan.

4. Pinjaman Barang Jangka Pendek

    • Angsuran yang dilakukan setelah jatuh tempo dikenakan denda 1% dari saldo pinjaman dibagi 30, dikali jumlah hari keterlambatan.
    • Apabila angsuran melebihi angsuran yang seharusnya, akan dikenakan penalti sebesar 1% dari kelebihan angsurannya.

5. Pinjaman Kendaraan

    • Angsuran yang dilakukan setelah jatuh tempo dikenakan denda 1% dari saldo pinjaman dibagi 30, dikali jumlah hari keterlambatan.
    • Apabila angsuran melebihi angsuran yang seharusnya, akan dikenakan penalti sebesar 1% dari kelebihan angsurannya.

6. Pinjaman Perumahan

    • Denda dan sanksi berdasarkan akta notariat
    • Angsuran yang dilakukan setelah jatuh tempo dikenakan denda 1% dari saldo pinjaman dibagi 30, dikali jumlah hari keterlambatan.
    • Apabila waktu pengangsuran melebihi angsuran yang seharusnya, akan dikenakan penalti sebesar 1% dari kelebihan angsurannya.

Peraturan tambahan

    • Batas usia peminjam maksimal 70 tahun.
    • Dalam keadaan tertentu, penyelesaian piutang bermasalah akan ditempuh melalui jalur hukum.

1. Daperma

Dana Perlindungan Bersama (DAPERMA) adalah jaminan perlindungan simpanan dan pinjaman yang preminya dibayar oleh KSP “Kopdit Borromeus” sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Induk Koperasi Kredit (INKOPDIT). Dasar pembayaran premi DAPERMA ke INKOPDIT adalah Simpanan Saham dan Pinjaman Berjangka.

2. Dana Solidaritas

Dana Solidaritas adalah dana yang dihimpun dari anggota KSP “Kopdit Borromeus” di UOP PPSB, YPKB & KSP “Kopdit Borromeus” dengan membayarkan iuran setiap bulan.

Pemanfaatan Dana Solidaritas:

  1. Pemberian Santunan Duka kepada anggota dari UOP PPSB, YPKB & KSP “Kopdit Borromeus” yang meninggal dunia atau cacat total permanen yang mengakibatkan anggota tidak mampu melakukan pekerjaan/ mencari nafkah.
  2. Dana Solidaritas yang terkumpul setiap tahun 50% akan dialokasikan ke Dana Risiko setelah dikurangi biaya klaim Santunan Duka selama 1 tahun.

Syarat dan ketentuan:

  1. Iuran Solidaritas sebesar Rp5.000,- (lima ribu rupiah) per bulan
  2. Bagi karyawan yang masih aktif bekerja akan dipotong langsung dari Iuran Koperasi (IKOP) setiap bulannya
  3. Bagi pensiunan, iuran solidaritas dibayarkan bersamaan dengan simpanan wajib setiap bulannya.
  4. Pemberian Santunan Duka:
  5. Anggota dari UOP PPSB, YPKB & KSP “Kopdit Borromeus” yang meninggal dunia dan masih terdaftar dalam program Dana Solidaritas sebesar Rp10.000.000,- (sepuluh juta rupiah).
  6. Anggota KSP “Kopdit Borromeus” yang masih aktif bekerja di UOP PPSB, YPKB & KSP “Kopdit Borromeus” apabila mengalami cacat total permanen yang mengakibatkan anggota tidak mampu melakukan pekerjaan/ mencari nafkah sebesar Rp10.000.000,- (sepuluh juta rupiah).
  7. Anggota yang tidak terdaftar dalam program Dana Solidaritas sebesar Rp000.000,- (satu juta rupiah).
  1. Khusus point 3 apabila kewajiban setiap bulannya tidak dipenuhi, maka anggota hanya berhak atas Santunan Duka sebesar Rp.1.000.000,- (satu juta rupiah).